KEMASAN AEROSOL

Written By Bengkel Mesin Packing on Kamis, 26 Januari 2012 | 08.58

Kemasan aerosol banyak digunakan untuk mengemas produk-produk non pangan seperti
kosmetika (parfum), pembersih kaca, pengharum ruangan, cat semprot, pemadam kebakaran dan
pestisida. Penggunaan kemasan aerosol untuk bahan pangan adalah untuk whipped cream yaitu
krim sebanyak 90% erdiri dari susu, sirup jagung, sukrosa dan minyak nabati yang diberi cita rasa
dan bahan penstabil.

Kemasan aerosol terdiri dari 3 (tiga) bagian yaitu : produk cair, propelen pendorong cairan
dan bagian gas dengan pengaruh tekanan. Bagian cair menempati ¾ bagian dari volume wadah,
bagian gas berada di bawah. Pipa saluran (dip tube) dipasang hingga masuk ke bagian cairan mulai
dari katup. Klep dibuka dengan menekan knop sehingga gas menekan ke seluruh bagian dalam
wadah kemudian cairan bergerak melalui pipa saluran dan keluar melalui katup. Sebagian cairan
propelan menguap dan menggantikan posisi produk cair di bagian dalam aerosol sehingga
menambah gas. Volume gas propelan dapat mencapai 250 kali dari volume cairnya, sehingga hanya
sebagian kecil cairan yang tertinggal, dan hampir seluruh ruang diisi dengan gas, tetapi tekanan tetap
sama, selama di dalam wadah aerosol masih terdapat propelan dalam bentuk cair.
Berdasarkan bahan kemasannya maka kemasan aerosol dibedakan atas: 1) kemasan aerosol
logam, 2) kemasan aerosol gelas dan 3) kemasan aerosol plastik. Kemasan aerosol logam terbuat dari
logam aluminum, plat timah atau nir karat (stainless steel), dan paling banyak digunakan dibanding
kemasan aerosol lain. Kemasan aerosol gelas mempunyai sifat inert terhadap bahan kimia dan sesuai
untuk produk-produk yang korosif. Kemasan aerosol plastik terbuat dari asetal, nilon atau
propilena, dan biasanya digunakan untuk pembersih alat rumah tangga.
Jenis propelan yang digunakan dalam kemasan aersol adalah fluorokarbon, hidrokarbon
(butana, propana, isobutana) dan gas kompresi (campuran N2O dan CO2 dengan perbandingan 15 :
85). Kerja propelan dipengaruhi oleh suhu, sehingga pada daerah yang mempunyai musim dingin
beberapa aerosol tidak dapat bekerja pada suhu udara luar.
Penggunaan kemasan aersol saat ini banyak mendapat tantangan karena adanya propelan
yang bersifat merusak ozon.

Dikutip dari :
1. Syarief, R., S.Santausa, St.Ismayana B. 1989. Teknologi Pengemasan Pangan.
Laboratorium Rekayasa Proses Pangan
, PAU Pangan dan Gizi, IPB.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar